Kata orang bijak;
“HARI ESOK BELUM TENTU MILIK KITA, MAKA APA YANG BISA KITA KERJAKAN HARI INI
SELESAIKAN HARI INI” JANGAN TUNGGU SAMPAI LIMA TAHUN, UNTUK MENGUBAH “REJANG
LEBONG YANG LEBIH BAIK” LIMA TAHUN MASA YANG PENDEK, BILA TANPA PRESTASI UNTUK
RAKYAT, DAN AKAN JADI HARI YANG PANJANG BILA MAMPU MEMBERIKAN KESEJAHTERAAN
UNTUK MASYARAKAT NYA (BUMI PAT PETULAI), YANG SUDAH LAMA, MENGGANTUNGKAN
HARAPAN HIDUP AKAN LEBIH SEJAHTERA DENGAN SDM (SUMBER DAYA MANUSIA) NYA YANG
CERDAS, SEHAT, DAN BERPENGHASIL CUKUP PERKAPITA MINIMAL TIDAK TERGANGGU MAKAN
TIGA KALI SEHARI BAGI SETIAP JIWA WARGANYA.
JANGAN SAMPAI BAK MEMINJAM ISTILAH “BAK AYAM MATI DI LUMBUNG PADI,”
NAH,...APANYA YANG SALAH? SEHARUSNYA REJANG LEBONG KU BANGKIT DARI SEGALA
KETERPURUKANNYA. KINI LAH SAATNYA KITA BERSAMA PEMDA REJANG LEBONG, “MEMBANGUN,
MENUJU REJANG LEBONG YANG LEBIH BAIK” DUDUK SATU MEJA, MEMPERJUANGKAN SOLUSI,
MEMBUANG JAUH EGOISME PRIBADI, SEPAKAT KERJA DAN BERFIKIR CERDAS, JUJUR
MEMPERJUANGKAN KEPENTINGAN YANG LEBIH BESAR, UNTUK KEMASLAHATAN MASYARAKATNYA.
JANJI BUPATI / KEPALA DAERAH, SAAT KAMPANYE PILKADA 2014 SILAMSUDAH MELEKAT
DALAM INGATAN MASYARAKAT REJANG LEBONG, SEHARUSNYA MENJADI KOMITMEN (HARGA
MATI) HARUS DI PERJUANGKAN.
Hijazi-Iqbal mewujudkan SEKOLAH GRATIS, BEROBAT GRATIS, BIBIT GRATIS,
KOPERASI TANPA BUNGA,Bersama Menuju Rejang Lebong Sehat, Cerdas, Sejahtera
& Bertaqwa. Kini masa pengabdian pasangan ini, sudah memasuki tahun ketiga,
berjalan dua tahun lima bulan, apa yang di rasakan masyarakat Rejang Lebong, dari
ke empat program unggulan tersebut?. Hanya mereka yang lebih tahu, berhasil
atau belum ?.
Untukmewujud kan
nya kita akui memang tidak mudah, karena ini janji politik. Dan belum di temu
kan sangsi pidananya, masyarakat berhak menilai ada tidak nya komitmen dari
janji itu sendiri, untuk mewujud kan nya?.
Kita ambil contoh
janji Pendidikan Sekolah Gratis sampai tahun anggaran 2018, belum terlihat
secara signipikan di tingkat sekolah dasar SD dan SMP sederajat. Ditengah
Pemerintahan Hijazi-Iqbal yang memasuki tahun ketiga ini, seharusnya kita semua
mendukung untuk mensukses kan nya.
Ternyata di akhir tahun 2016, terjadi lagi kasus di Dinas Pendidikan
Dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Rejang Lebong, penjualan Buku Bahaya Narkoba
(BBN) yang harganya begitumahal 1 (Satu) Set isi lima buku di jual oleh para
oknum ke Sekolah-sekolah se Kabupaten Rejang Lebong dengan harga Rp. 2. 200.
000,-/Set s/d Rp. 2.700.000,-/SetKe-Pihak sekolah SDN dan SMPN/ sederajat.
Untuk melakukan pembayaran tersebut, para Kepala Sekolah terpaksa mengambil
dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), sedang kan Buku Bahaya Narkoba
(BBN) belum masuk dalam kurikulum wajib sekolah.
Ditambah lagi
dengan buku wajib sesuai program Kementerian Pendidikan RI, K13 (Kurikulum
Tahun 2013), KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dan BSE (Buku Sekolah
Elektronik), di jual ke sekolah di atas harga enceran tertinggi (HET),
sehinggamemberat kan pihak sekolah pada hal sama kita ketahui Bupati Rejang
Lebong, Hijazi telah memprogramkan pendidikan Gratis. Seharusnya pihak sekolah
mendapat keringanan dengan adanya program Sekolah Gratis, tidak kian memberat
kan?.
Untuk membayar buku-buku yang di jual oknum ke sekolah-sekolah
terpaksa kembali mengeluarkan dana BOS, sedangkan ketentuan berlaku tidak boleh
lebih 20% pengeluaran dana bos dari yang di peroleh masing-masing sekolah untuk
membeli buku, bagi buku yang sudah di tetap kan, sisanya untuk mengatasi
operasional di masing-masing sekolah.
Ironis nya para
penjual buku dan kaki tangan nya, justru berani melawan kebijak kan Bupati
Rejang Lebong, yang telah mencanangkan Sekolah Gratis. Nah siapa yang salah dan
bertanggungjawab? Pada hal dengan ada nya program Bupati Rejang Lebong, sekolah
Gratis bagi orang tua / Wali murid merupakan harapan yang luar biasa. Dengan
muncul nya kasus diatas dan memberat kan pihak sekolah,akhir nya kasus ini bergulir
ke Mabes Polri, atas pengaduan LSMPEKAT Bengkulu, kini di usut Polda Bengkulu.
Melihat
kasus-kasus yang terjadi dilingkungan pendidikan di daerahkita ini, bahkan
semakin samar-samar untukmewujud kan pendidikan Gratis, yang di canang kan
Bupati Hijazi. Dikhawatir kan sulitnya pencapaian SDM yang Cerdas. Ini baru
kita simak program Sekolah Gratis, belum masalah Berobat Gratis, Bibit Gratis ,
Koperasi Tanpa Bunga.
Khusus berobat
Gratis, terendus isu miring adanya dugaan dana bantuan untuk Bidan Desa yang
tidak sampai sesuai jumlahnya, kepada para Bidan yang berhak menerimanya. Jika
info ini benar, kian merusak program strategis (unggulan) Bupati Rejang
Lebong,Hijazi untuklima tahun kedepan. Melihat kian banyak kendala yang muncul,
terkesan pengawasan di pemerintahan daerah Rejang Lebong tidak berjalan
maksimal. Belum lagi program Koperasi
Tanpa Bunga, justru banyak di tolak masyarkat selain nilainya kecil, ternyata
belum mampu meningkatkan ekonomi masyarakat daerah ini, khususnya masyarakat
miskin atau kalangan bawah. Karena nilai pinjaman taklebih Rp. 300 ribu/ orang
dengan masa pengembaliannya sepuluh bulan sebesar Rp. 30 ribu / bulan.
Ternyata program
Koperasi tanpa bunga tak mampu meningkat kan penghasilan masyarakat miskin
daerah ini. Dan info miring pun muncul, adanya para pemakai uang pinjaman
Koperasi tanpa bunga untuk desa tertentu hanya di pakai oleh dua dan tigaorang.
Diduga praktik tersebut dengan mengajukanpeminjam fiktif?. Jadi harapan Rejang
Lebong Ku Bangkit, masih jauh panggang dari api.


0 Comments:
Posting Komentar