Rp. 10 M Tidak Cukup Untuk Jalan Renah Pemetik



KERINCI - Jalan Renah Pemetik Kecamatan Air Hangat Timur sampai ke Desa Sungai Kuning Kecamatan Siulak Mukai mengalami rusak parah. Hal ini tentu saja dikeluhkan masyarakat yang sering melintasi jalan tersebut. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten telah menganggarkan pembangunan Jalan Renah Pemetik sebesar Rp 10 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk memperbaiki Jalan Renah Pemetih sepanjang 15 kilometer. "Ya, tahun ini ada, sudah kita anggarankan Rp 10 miliar untuk Jalan di Renah
Pametik," Ujar Sekretaris Komisi tiga DPRD kerinci, Arwiyanto

Dikatakan Arwiyanto, dana Rp 10 miliar untuk menuntaskan Jalan Renah Pemetik tentu saja tidak cukup, namun karena dana daerah terbatas maka ditahun 2018 ini hanya bisa dibangun untuk 15 kilometer saja. "Masyarakat diharapkan bisa bersabar,  DPRD Kerinci juga telah melihat secara langsung Jalan Direnah Pametik tapi tidak bisa sekaligus harus bertahap," terangnya

Untuk dikatahui, bahwa daerah Renah Pametik merupakan kawasan sentral ekonomi. Yang mana puluhan ton kulit manis, dan kentang serta hasil perkebunan lainnya keluar tiap hari dari wilayah paling terisolir di Kabupaten Kerinci tersebut. Pantauan dilokasi, Jalan Renah Pametik kondisinya memang sangat sulit di lewati, jalan tanah licin membuat pengguna jalan harus hati-hati saat melewatinya. Mobil pick up yang membawa hasil perkebunan terlihat terjebak dalam lumpur tanah dibeberapa titik jalan.

Saah satu warga Sungai Kuning, Jon Efendi, mengatakan jalan di Renah Pametik saat musim hujan sangat sulit dilalui, mobil sulit melewatinya, belum lagi beberapa titik jalan juga rawan lonsor. "Kami sangat berharap jalan di Renah Pametik dimana ada tiga Desa didalamnya yakni Sungai Kuning, pasir  Jaya dan lubuk tabun bisa segera diperbaiki,” terangnya.
Share on Google Plus

About Anonim

Media Online Resmi yang diterbitkan oleh PT. Media Geger Nusantara

0 Comments:

Posting Komentar