Punya Daya Tarik, Seni Budaya Kerinci Justru Terancam Punah, Ada Apa?




KERINCI - Selain kaya potensi wisata alam, Kabupaten Kerinci juga memiliki seni dan budaya tradisional yang beranekaragam. Kesenian tradisional yang dimiliki beberapa daerah di Kabupaten Kerinci seperti tari Ngagah Harimau, Niti Mahligai, Marcuok, Tauh dan banyak lagi tari lainya.

Tarian tradisional ini sudah berkembang dari zaman nenek moyang dan masih populer hingga zaman modern sekarang ini. Namun hingga saat ini sudah bukan rahasia lagi apabila kesenian tradisional yang dimiliki oleh Kabupaten Kerinci ini sudah mulai ditinggalkan oleh para generasi muda.

Jores, salah seorang ketua sanggar kesenian di Kerinci mengatakan bahwa saat ini kesenian tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Kabupaten Kerinci sudah hampir punah. Ini dikarenakan sangat sedikit masyarakat Kerinci, terutama enerasi muda yang berminat.

"Kesenian tradisional yang dimiliki masyarakat Kerinci sebenarnys bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk mengunjungi objek wisata yang ada di kerinci. Untuk itu, keberadaannya perlu dipertahankan dan dikembangkan," kata Jores, Sabtu (21/20).

Menurut Jores, keberadaan kesenian tradisional jika digarap dengan baik dapat menjadi atraksi wisata yang menarik wisatawan berkunjung ke desa wisata.
Dikatanya lagi, jika desa wisata dengan sajian atraksi kesenian akan membuat wisatawan memiliki kenangan setelah mereka pulang karena terkesan dengan sajian atraksi tersebut.

Oleh karena itu, perlu upaya mengembangkan serta menghidupkan kesenian tradisional sebagai aset wisata agar sektor pariwisata di daerah bisa berkembang dengan meningkatnya kunjungan wisatawan.

"Dengan menampilkan atraksi kesenian seni lokal berarti membantu kelangsungan hidup kegiatan berkesenian di daerah itu. Bahkan pelaku seni tersebut dapat memperoleh tambahan penghasilan karena setiap penampilan mereka akan dibayar," beber Jores.

Jores juga mengatakan perlu keseriusan untuk mengembangkan dan melestarikan kegiatan seni dan budaya setempat agar mampu menjadi atraksi wisata, karena atraksi seni budaya memiliki hubungan erat dengan parwisata.

"Jika kesenian berkembang, tentu akan menjadi aset bagi obyek wisata setempat dan diharapkan sajian atraksi seni budaya lokal tersebut menjadikan desa wisata lebih hidup dan diminati wisatawan," pungkasnya.
Share on Google Plus

About Anonim

Media Online Resmi yang diterbitkan oleh PT. Media Geger Nusantara

0 Comments:

Posting Komentar