![]() |
| H. NUZRAN JOHER., S.Ag., M.Si |
oleh: Budhi Vrihaspathi Jauhari Gelar Rio Temenggung Tuo
Insya Allah masyarakat Kota Sungaipenuh untuk yang
keduakalinya sejak menjadi Daerah Otonom akan melaksanakan
Pesta Demokrasi Pemilihan Wali Kota Sungaipenuh yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember mendatang.
Gong pertanda dimulainya babak baru tidak lama akan dibunyikan, sejumlah Baliho
Balon Kandidat telah bertaburan di
seantero Kota Sungai Penuh
Informasi yang berkembang
di tengah tengah masyarakat menyebutkan
bahwa H. Herman Muchtar, SE, MM dipastikan akan
berpasangan dengan H.
Nuzran Joher, S.Ag, M.Si
Kepastian Nuzran Joher terungkap dalam wawancara khusus dengan H. Herman Muchtar siang tadi saat wartawan media ini
melakukan wawancara dengan H. Herman di kediaman rumah keluarga H. Muchtaruddin di Dusun Baru.
Benar, Insya Allah
jika perahu sudah jelas saya akan berpasangan dengan saudara Nuzran
Joher.
Beliau sosok anak muda
yang memiliki dedikasi yang kuat
untuk membangun Kota Sungai Penuh, dan
Nuzran sosok anak muda yang energik
serta memiliki wawasan dan jaringan yang cukup bagus,dan yang jelas
kedepan peran Wakil Wali Kota akan mendapat porsi yang lebih besar, dan saya tidak ingin seorang
Wakil Wali Kota hanya di jadikan sebagai
Ban serap.
Pengalaman Nuzran Joher sebagai politisi dan anggota
Parlemen (DPD)
RI, dan aktifis pergerakan mahasiswa
saya harapkan dapat di sinergikan
kata Herman Muchtar.
Untuk mengenal lebih dekat sosok Nuzran Joher,
Wartawan media ini Budhi Vrihaspathi Jauhari gelar Rio Temenggung Tuo menulis laporan khusus tentang sosok H
Nuzran Joher.
Nuzran Joher merupakan putra keempat
dari enam orang bersaudara putra dari pasangan Joher Khatib dan Yusnida Burhan, Lahir di Desa Maliki Air Kecamatan Hamparan
Rawang Kota Sungai Penuh tanggal 28 Oktober 1973.
Dari pernikahannya dengan Dr. Nurhasanah, S.Ag, M.Ag
seorang dosen di sekretaris magister Ilmu Hukum dan bisnis Fakultas syariah dan
Hukum Universitas Islam Negeri syarif
Hidayatullah Jakarta ini pasangan ini di karuniai 3 orang putra masing Arvard Hamal Siraj, Irhas Satria Haya
dan Arini Fairuza.
Nuzran Joher menyelesaikan
pendidikan Sekolah dasar Negeri di SD Nomor 16/III Koto Beringin Rawang
Kecamatan Hamparan rawang tahun
1986,Pendidikan Madrasah Tsanawiyah Negeri di selesaikan di MTSn Sungai Penuh
tahun 1989, Pendidikan PGAN di selesaikan
di Sungai Penuh tahun 1992
Nuzran Joher Muda melanjutkan pendidikan Strata I di Institut
Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol
pada tahun 1992 dan pendidikan
Strata I IAIN dapat diselesaikan pada
tahun 1998 dan disela sela kesibukan sebagai
Senator di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia pada tahun
2000 Nuzran Joher melanjutkan pendidikan
ke Strata dua Institut Ilmu Pemerintahan
(IIP) Jakarta
Dikalangan Mahasiswa
Nuzran Joher dikenal sebagai sosok
aktifis campus yang disegani, Nuzran Joher memilih organisasi Himpunan Mahasiswa Islam
(HMI) sebagai wadah tempat
menyalurkan aspirasi dan penempaan diri
Berbagai pendidikan dan pelatihan telah diikuti oleh Nuzran Joher, diantara
pendidikan non formal dan pelatihan yang diikuti oleh Nuzran Joher antara lain
: Pelatihan Kepemimpinan Tk. Dasar, SMF IAIN Imam Bonjol, Padang,(1993),Pelatihan Kepemimpinan Tk. Menengah, Rektorat IAIN Imam Bonjol, Padang (1994),Pelatihan Kepemimpinan Tk. Nasional, Departemen Agama RI, Jakarta (1997),Short Course Hukum, Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol Padang, Padang (1997),Mapaba, PMII Cabang Padang, Padang (1992),Latihan Kader I HMI, HMI Komisariat Syariah, Padang (1993),Latihan Kader II HMI, HMI Cabang Purwakarta, Purwakarta (1996)
: Pelatihan Kepemimpinan Tk. Dasar, SMF IAIN Imam Bonjol, Padang,(1993),Pelatihan Kepemimpinan Tk. Menengah, Rektorat IAIN Imam Bonjol, Padang (1994),Pelatihan Kepemimpinan Tk. Nasional, Departemen Agama RI, Jakarta (1997),Short Course Hukum, Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol Padang, Padang (1997),Mapaba, PMII Cabang Padang, Padang (1992),Latihan Kader I HMI, HMI Komisariat Syariah, Padang (1993),Latihan Kader II HMI, HMI Cabang Purwakarta, Purwakarta (1996)
Sejak remaja sifat kepemimpinan
Nuzran Joher telah mulai terlihat, dilingungan desanya Nuzran Joher
dipercaya oleh kawan kawannya untuk menjadi : Sekretaris Umum, Karang Taruna Panca Kelana Maliki Air
(1990-1991), di sekolah Nuzran Joher
didaulat menjadi wakil ketua OSIS
MTs.n Sungai Penuh (1988-1989) Ketua Umum Osis PGAN Sungai Penuh (1990-1991).
Bakat organsisatoris Nuzran Joher
semakin nampak dengan jelas saat
menempuh pendidikan di IAIN Padang, pada tahun 1994-1995 Nuzran Joher dipercaya menjad sekretaris umum Senat Mahasiswa
Jurusan IAIN Padang ,tahun 1995-1996 dipercaya menjadi sekretaris uum Senat
Mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Imam
Bonjol Padang dan Pada tahun 1997-1998
Nuzran Joher terpilih menjadi Ketua Umum Senat Mahasiswa IAIN
Padang (SMPT)
Usai
menyelesaikan pendidikan Sarjana
di Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol
Padang , Nuzran Joher pulang kampung, dan pada tahun 1998 dan bersama sejumlah aktifis mahasiswa ia mendirikan sekaligus menjabat ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam
(HMI) Cabang Sungai Penuh(1989-2000).
Perjalanan karir organisasinya terus
melejit, pada tahun 2000-2002 Nuzran Joher
menjadi anggota Departemen PAO,PB HMI, tahun 2002-2004 dipercaya menjadi
ketua komunikasi umat PB HMI dan puncak karir organisasi HMI
Nuzran Joher pada tahun 2002-2004
dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal PB
Himpunan Mahasiswa Islam.
Pada tahun Nuzran Joher dipercaya menjadi Staf Ahli, Masyarakat Perhutanan
Indonesia Reformasi (MPI-R) Jakarta Tahun 2003 ia menjadi Tim Teknis, Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan
(SP3) Diknas RI Jakarta .tahun 2003 menjabat wakil Sekretaris, Badan Investasi Sumber Daya Manusia
(Bina SDM) Jambi (2003-sekarang) dan pada tahun 2001-2003 dipercaya
menjadi sekretaris,
Yayasan Pendidikan Al-Quran Al-azizi (YPAZI),Jakarta.
Senator Muda dari Jambi
Nuzran Joher,S.Ag,merupakan salah
seorang dari sedikit pemuda alam Kerinci yang mampu mencapai karir di kancah politik nasional
Pada saat itu Nuzran Joher,S.Ag baru
menginjak usia 32 tahun,diusia yang relatif amat muda ia berhasil mencapai
sukses dengan meraih suara terbanyak pada
pemilihan legeslatif dan menjadi
anggota DPD(Dewan Perwakilan Daerah) dari Propinsi Jambi.
Nuzran Joher merupakan sosok anak
muda yang ulet dan pantang menyerah,prestasi dan karir yang diperoleh penuh
dengan lika liku perjuangan, Kesuksesan yang diraih penuh dengan pengorbanan,
salah satu kunci dari sukses yang diperoleh menurut Nuzran Joher adalah sikap sabar,jujur,sederhana
dan ulet, sikap ini ditimbanya sejak masa kanak dari ayahanda beliau
Nuzran Joher adalah anggota Dewan Perwakilan Daerah
(DPD) berusia muda dari propinsi Jambi dan Mantan Sekjen PB HMI 2002-2004
Dahulu, ketika kecil, sepulang dari sekolah dasar di
Koto Beringin Rawang, Nuzran Joher selalu mampir ke rumah kakek seorang kiyai
bernama Buya Burhanuddin Khatib (almarhum). Sang kakek sehari-hari hidup
berdakwah sebagai da’i. Sederetan dengan rumah sang kakek terdapat pula rumah
paman, Buya Zulfran Rahman, MA (alm) dimasa hidupnya beliau bekerja sebagai dosen sekaligus
politisi anggota DPRD Kerinci.
Kakek sering mengajak Nuzran Joher kecil pergi
berdakwah ke mana saja, atau oleh sang paman diajak mengikuti kegiatan politik.
Walau hanya merupakan tokoh masyarakat lokal kedua figur kakek-paman telah
menjadi idola bagi Nuzran Joher kecil, ditambah seorang kakek dari garis
keturunan ibu tepatnya paman sang Ibunda, bernama Drs H. Sa’aduddin Alwi
seorang politisi dan pejabat pemerintahan terakhir kali menjabat Sekda
Kotamadya Solok, Sumatera Barat.
Akrab dengan politik
Pria yang memperoleh pengajaran
tentang kesabaran, kejujuran, dan kesederhanaan hidup dari ayahnya Joher
Khatib, yang sehari-hari aktif turun ke sawah demi menafkahi keluarga, itu
menghabiskan masa kecil hingga dewasa di tanah kelahirannya Desa Maliki Air,
Kecamatan Hampang Rawang, Kabupaten Kerinci, Jambi.
Ibunya Yushida Burhan selain sebagai ibu rumahtangga
biasa, sehari-hari berprofesi pula sebagai guru agama SD. Memiliki ayah dan ibu
yang baik, sedari kecil Nuzran Joher sudah terbiasa lebih sering berada di
rumah kakek dan pamannya yang jarak rumahnya hanya 500 meter jauhnya.
Masa kecil Nuzran Joher sudah sangat akrab dengan lingkungan politik, pendidikan, dan keagamaan yang memang sudah menjadi ciri khas lingkungan tanah kelahirannya. Sikap dan pandangan politik Nuzran Joher sejak kecil sudah terbentuk.
Masa kecil Nuzran Joher sudah sangat akrab dengan lingkungan politik, pendidikan, dan keagamaan yang memang sudah menjadi ciri khas lingkungan tanah kelahirannya. Sikap dan pandangan politik Nuzran Joher sejak kecil sudah terbentuk.
Sebab anak keempat dari enam bersaudara ini
memilih lebih suka berada berdekatan dengan kakek-paman, hingga tidur di rumah
di lingkungan yang sarat kehidupan sosial politik tersebut.
Nuzran jarang tidur serumah dengan ayah, ibu, dan lima
saudara kandung yang terdiri tiga kakak perempuan dan dua adik laki-laki.
Kemana kakek berdakwah Nuzran selalu dibawa serta. Demikian pula sang paman
selalu mengajak Nuzran di setiap aktivitas politik. “Jadi, waktu kecil saya
sudah tahu apa itu dewan,” kenang Nuzran.
Nuzran Joher merasa bangga sebab
bersamaan dengan era kepemimpinannya di lingkungan kampus reformasi secara
nasional tengah bergulir. Di era itu ia berhasil mengasah kemampuan politik
dewasa secara terbuka dengan mengelola gerakan mahasiswa.
Sebagai misal, pada tahun 1997 ia mendirikan posko Pergerakan Mahasiswa Sumatera Barat Reformasi, terletak di lingkungan kampusnya IAIN Imam Bonjol Padang. Pendirian Posko disepakati setelah Nuzran berhasil mengumpulkan lebih 78 perguruan tinggi terdiri universitas, sekolah tinggi, institut, dan akademi yang ada di seluruh Sumatera Barat.
Sebagai misal, pada tahun 1997 ia mendirikan posko Pergerakan Mahasiswa Sumatera Barat Reformasi, terletak di lingkungan kampusnya IAIN Imam Bonjol Padang. Pendirian Posko disepakati setelah Nuzran berhasil mengumpulkan lebih 78 perguruan tinggi terdiri universitas, sekolah tinggi, institut, dan akademi yang ada di seluruh Sumatera Barat.
“Waktu itulah saya mengenal banyak
teman-teman. Saya sudah mulai berkomunikasi dengan teman-teman di luar
Sumatera, sudah sering berkomunikasi tentang isu-isu pergerakan, waktu itu
tahun 1997-1998,” kenang Nuzran, yang karena gerakan politik kampusnya itu
berkesempatan berinteraksi dengan para aktivis dari kampus lain dari seluruh
Indonesia, termasuk kesempatan mengunjungi Ibukota Negara Jakarta untuk
pertamakali tahun 1996 yang sudah diidam-idamkan sejak kelas empat SD.
Ketika lulus kuliah tahun 1998, ia menghabiskan waktu
enam tahun untuk meraih gelar sarjana agama (S.Ag) sebagai resiko aktivis
mahasiswa, Nuzran justru kembali ke Kerinci untuk membangun Jambi. Salah satu
misi politiknya adalah mendirikan HMI Cabang Sungai Penuh Kerinci. Ia terpilih
memimpinnya untuk pertamakali, periode 1999-2000.
Di tangan Nuzran, cabang baru HMI ini berhasil ‘naik pangkat’ diakui sebagai cabang penuh oleh PB HMI, setelah berhasil melakukan sejumlah kaderisasi dan penggalangan massa. Bahkan, ketika PB HMI menetapkan Jambi sebagai kota pelaksanaan kongres tahun 1999 Nuzran berkesempatan terlibat penuh di kepanitiaan lokal. Di situ Nuzran secara politis memberikan dukungan kepada Fakhrudin yang akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum PB HMI 1999-2002.
Pilihan Nuzran berbuah manis. Begitu kongres memilih Fakhrudin ia segera ditelepon diajak untuk ikut membantu sebagai fungsionaris PB HMI periode 2000-2002, duduk sebagai Anggota Departemen Pembinaan Aparat Organisasi (PAO) berdomisili di Jakarta. Akhir tahun 1999 mulailah Nuzran menetap di Jakarta, menempati sebuah rumah kost di kawasan Ciputat, tak jauh dari rumah kediamana seorang saudara.
Dari Dusun ke Ibu Kota Negara
Di tangan Nuzran, cabang baru HMI ini berhasil ‘naik pangkat’ diakui sebagai cabang penuh oleh PB HMI, setelah berhasil melakukan sejumlah kaderisasi dan penggalangan massa. Bahkan, ketika PB HMI menetapkan Jambi sebagai kota pelaksanaan kongres tahun 1999 Nuzran berkesempatan terlibat penuh di kepanitiaan lokal. Di situ Nuzran secara politis memberikan dukungan kepada Fakhrudin yang akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum PB HMI 1999-2002.
Pilihan Nuzran berbuah manis. Begitu kongres memilih Fakhrudin ia segera ditelepon diajak untuk ikut membantu sebagai fungsionaris PB HMI periode 2000-2002, duduk sebagai Anggota Departemen Pembinaan Aparat Organisasi (PAO) berdomisili di Jakarta. Akhir tahun 1999 mulailah Nuzran menetap di Jakarta, menempati sebuah rumah kost di kawasan Ciputat, tak jauh dari rumah kediamana seorang saudara.
Dari Dusun ke Ibu Kota Negara
Nuzran Joher si anak desa (dusun) di usia yang relatif muda ia mampu
memasuki gedung parlemen di
Senayan sebagai wakil rakyat di
daerah sebagai “Senator” atau akrab
disebut anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia.
Nuzran Joher mampu melenggang
ke Senayan mewakilan Propinsi Jambi setelah ia mampu mengalahkan 15 orang
kandidat lannya yang rata rata datag dari kalangan birokrat, dengan
kesantunanya dan sikapnya yang low proflile ia mampu meraih simpatik dan menuai
empati dari masyarakat di Propinsi
Jambi, anak muda dari Hamparan Besar Tanah Rawang Kota Sungai Penuh ini mampu meraih 137.018
suara.
Di daerahnya sendiri yakni di Kota Sungai Penuh dan di di Kabupaten Kerinci
yang saat itu belum dimekarkan ia mampu
meraup sekitar 45 % suara, pada hal dari Kabupaten Kerinci saja pada waktu itu
ada tiga orang balon kandidat Senator, dua diantaranya
adalah birokrat dan lainnya adalah seorang Kepala Sekolah.
Sebagai calon anggota Dewan
Perwakilan Daerah Republik Indonesia, kehadiran Nuzran Joher dalam peta politik
nasional merupakan sebuah “Fenomena baru”
di Indonesia, ia mampu meraup
suara dengan cara yang dapat dikatakan tidak lazim, Nuzran Joher
berkampanye tanpa menggelar
Spanduk,Baliho dan tanpa menggunakan panggung hiburan dangdut yang selama ini
akrab dilakukan setiap kandidat yang tampil pada setiap kampanye Pilkada atau
kampanye pileg .
Modal Nuzran Joher dalam berkampanye adalah
menggunakan pamflet,leafler dan kartu nama yang dibuat dengan sangat
sederhana dan ala kadar yang dicetak hanya dengan menggunakan printer yang
digandakan dengan cara di fotocopy,
untuk iklan ia hanya memasang iklan di dua masa
lokal.
Kiprah Mendah Kincai di Senayan
Nuzran Joher merupakan sosok
aktifis refornasi dan politisi yang
konsisten dan gigih dalam memperjuangkan nasib rakyat, Ketika masih duduk
sebaigai anggota Senator ia sempat dipercaya oleh koleganya di DPD RI untuk
menjadi Ketua Ketua PAH III di DPD RI.
Pada
saat masih duduk di Senayan,
Nuzran Joher,S.Ag bersama bersama tiga anggota DPD lain asal propinsi Jambi bertekad bulat berjuang
keras menuntut pemerintah pusat dan badan dunia terkait memberikan kompensasi
ekonomis terhadap penduduk lokal atas terbatasnya hutan sebagai sumber mata
pencaharian. Bahkan, Nuzran sudah bertemu muka dengan Menteri Kehutanan
sekaligus mengajaknya melihat langsung kondisi TNKS, di Kerinci 29 Desember
2004.
Sosok mantan aktifis kampus ini pada saat pelantikan Kabinet ia bersama M.Nasir yang juga anggota DPD RI telah menemui lansung Menteri Kehutanan untuk melihat secara jelas bagaimana kondisi hutan TNKS dan masyarakat di sekelilingnya dan meminta segera penanganan kawasan hutan TNKS secara serius
Sosok mantan aktifis kampus ini pada saat pelantikan Kabinet ia bersama M.Nasir yang juga anggota DPD RI telah menemui lansung Menteri Kehutanan untuk melihat secara jelas bagaimana kondisi hutan TNKS dan masyarakat di sekelilingnya dan meminta segera penanganan kawasan hutan TNKS secara serius
Menyangkut keberadaan hutan
TNKS dalam pandangan Nuzran Joher
masyarakat
harus diberdayakan secara ekonomis untuk melepaskan ketergantungan hidup dari
hutan. Harus ada usaha alternatif lain jika penduduk dilarang menggarap hutan.
Misalnya pemerintah menghadirkan investor industri kayu manis, atau indutsri
lain sehingga banyak tertampung tenaga kerja atau, memberikan pelatihan-pelatihan
penanaman bibit tanaman obat sehingga hutan dapat ditanami dengan tanaman obat.
Satu bukti konkrit terbatasnya akses ekonomi warga
sekitar TNKS, kata Nuzran, TKI Ilegal asal Jambi yang kembali dipulangkan dari
Malaysia lebih banyak warga Kerinci.
Demikian pula infrastruktur jalan harus dibangun untuk ‘memecah’ Kerinci yang terisolir. Perjuangan di bidang pendidikan juga tak kalah terhormat untuk disuarakan Nuzran sebab 20 persen penduduk Kerinci masih tergolong masyarakat miskin yang pendidikannya belum kompetitif ke depan. “Kita menuntut juga bagaimana para stake holder yang terkait dalam hal ini untuk juga melihat Jambi supaya bisa bersaing di tingkat lain,” tegas Nuzran.
Demikian pula infrastruktur jalan harus dibangun untuk ‘memecah’ Kerinci yang terisolir. Perjuangan di bidang pendidikan juga tak kalah terhormat untuk disuarakan Nuzran sebab 20 persen penduduk Kerinci masih tergolong masyarakat miskin yang pendidikannya belum kompetitif ke depan. “Kita menuntut juga bagaimana para stake holder yang terkait dalam hal ini untuk juga melihat Jambi supaya bisa bersaing di tingkat lain,” tegas Nuzran.
Tuntutan di bidang pendidikan perlu disuarakan Nuzran,
kendati ia mengakui satu dari setiap lima rumah di kampungnya pasti ditemukan
anggota keluarga berpendidikan sarjana. Itu, berhasil dicapai dengan perjuangan
ekstra keras setiap warga Kerinci dengan berdagang keliling Indonesia. Warga
yang keliling itu berkesempatan pulang kampung hanya sekali dalam dua tiga
tahun, sebab yang penting tiap bulan bisa mengirim uang penghasilan untuk biaya
kuliah anak atau anggota keluarga jutaan rupiah perbulannya.
Sejalan dengan mempercepat akses ekonomi masyarakat
Jambi, Nuzran juga gencar memperjuangkan kelanjutan pembangunan dermaga
pelabuhan laut yang telah dimulai oleh Pemerintahan Megawati
Peduli dengan
Warga Kubu
Sebagai seorang aktifis Mahasiswa Islam, buya panggilan akrab Nuzran
Joher memiliki kepedulian terhadap nasib
sesama, beberapa kali Nuzran keluar
masuk hutan untuk melihat kondisi
objektif suku pedalaman atau orang kubu yang ada di Propinsi Jambi, bersama
sejumlah relawan dan aktifis HMI, ia pernah
menghadiri lansung sunatan masal dan proses pengislaman warga
suku anak dalam di daerah Pematang Kancil Kecamatan Pamenang Kabupaten Merangin.
Bagi warga Suku Anak Dalam Mu’alaf
di daerah TNB 12 Sarolangun di SAD Mu’alaf di
Belanatara Merangin, sosok Nuzran Joher
cukup dikenal oleh warga pedalaman yang menjadi mu’alaf, iapun kerap
memfasilitasi berbagai program
pemberdayaan suku anak dalam khususnya
di TNB 12 Sarolangun dan Merangin.
Karena kepedulian dan kecintaannya
terhadap warga minoritas buya Nuzran di
minta untuk menjadi Majelis
Konsultasi sebuah NGO yang memberdayakan
di Propinsi Jambi.
Di Kota Sungai Penuh dan Kerinci, sosok yang mewakili /representasi anak muda
ini dipercaya menjadi anggota Presedium Lembaga Swadaya Masyarakat Bina Potensia
Aditya Mahatva Yodga, sebuah NGO yang bergerak dalam bidang Kebudayaan dan Pariwisata di alam Kerinci.
Pilwako Jembatan
menuju Perubahan
Pesta Demokrasi-Pemilihan Kepala
Daerah(Pilwako) Kota Sungai Penuh yang insya Allah akan dilaksanakan pada
tanggal 9 desember 2015 merupakan sebuah tonggak sejarah bagi masyarakat di
Kota Sungai Penuh.
Masyarakat Kota Sungai Penuh yang
berpenduduk lebih 100 ribu jiwa berhak
untuk menentukan nasib dan masa depan
daerahnya.Pada tanggal 9 Desember 2015 untuk yang kedua kalinya rakyat di Kota Sungai
Penuh secara lansung memilih pemimpin
yang akan memimpin Kota Sungai Penuh untuk 5 tahun yang akan datang.
Melalui pesta demokrasi Pemilihan
Wali Kota Sungai Penuh periode 2011-2016 diharapkan masyarakat di Kota Sungai
Penuh untuk lebih jelis dalam memilih pemimpin yang kelak jika terpilih ia akan
memimpin rakyatnya
Menyikapi Pilwako Sungai Penuh, buya
Nuzran Joher,S.Ag,M,Si berharap agar masyarakat di Kota Sungai Penuh untuk
berpikir secara cerdas dan lebih dewasa, sebab Pilwako(pilkada) yang akan kita laksanakan pada tanggal 9 Desember 2015 sangat
menentukan arah dan kebijakkan pembangunan Kota Sungai Penuh.
Suatu hari salah seorang sahabat
sesama aktifis HMI Cabang Kerinci kepada penulis mengemukakan, Nuzran Joher
merupakan sosok putra kelahiran Hamparan Besar Tanah Rawang Kota Sungai Penuh
yang kreatif dan progresif, di usia nya yang memasuki 32 tahun ia telah
berhasil menjad anggota senator(DPD) Republik Indonesia, Nuzran Joher memiliki
wawasan lokal dan nasional serta sangat memahami kondisi objek di tanah
kelahirannya Kota Sungai Penuh.
Sosok Nuzran Joher
merupakan sosok anak muda yang memiliki pemikiran pemikiran cerdas untuk
membangun dan membenahi negerinya, ia seorang pekerja nyata,reformis
dan konsisten terhadap apa yang ia pernah ucapkan,disamping itu sosok Nuzran
Joher, bebas dari KKN dan dikalangan anak anak muda ia dikenal
humanis,enak diajak bicara dan berwibawa.
Sejumlah tokoh tokoh nasional mengagumi sosok Nuzran Joher anak
muda yang datang dari dusun mengabdikan
diri untuk masyarakatnya di Senayan
Prof. Dr. Maidir Harun mantan Rektor
IAIN Imam Bonjol Padang dalam tulisannya
mengemukakan bahwa Nuzran Joher, sejak di bangku kuliah telah tampil
sebagai pemimpin yang idealis dan mampu mensosialisasikan ide dan pemikirannya
secara baik kepada orang lain,baik ketika menjad ketua umum SEMA IAIN Imam
Bonjol Padang,maupun ketika memimpin gerakan reformasi 1998. Oleh sebab itu saya
melihat Nuzran Joher memiliki peluang sangat besar untuk tampil sebagai tokoh
dan pemimpin bangsa dimasa depan.
Sedangkan Dr. Marwah Daud Ibrahim
mengemukakan bahwa setiap generasi punya logika zamannya sendiri,Setiap Zaman memiliki pemimpinnya sendiri, Nuzran
Joher adalah representasi sekaligus di taqdirkan di garda depan memimpin
generasi di zamannya,Terbukti di era otonomi,ia membangun basis dari bawah,ia
merakyat,setia kawan dan fokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia
Sedangkan H. Irman Gusman S, MBA menyebutkan bahwa Nuzran Joher adalah mantan aktifis gerakan
reformasi 1998 yang berada di garda terdepan melawan sentralisme kekuasan Orde Baru
yang otoriter.Komitmen dan integritasnya dalam memperjuangkan nilai nilai
idealisme dan tawadhu dalam perjuangan yang telah mengantarkan Nuzran ke
Senayan, dan saya melihat Nuzran Joher
sebagai salah satu bintang pemimpin nasional di masa depan.
Dalam acara forum dialog di Baheun
Buleoh Kincai, minggu malam 16/6,
budayawan nasional/penerima PIN Emas dan Anugerah Kebudayaan Tingkat Nasional
BJ.Rio Temenggug menyebutkan, saat ini
pembangunan infrastruktur jalan
,jembatan dan irigasi di Kota Sungai Penuh relatif agak lebih baik, pembangunan jalan,sarana
lampu jalan dan jembatan kerinduan
misalnya tidak terlepas dari
ide,gagasan,mimpi dan perjuangan
para mantan kepala daerah
sebelumnya.
Memang banyak program yang telah di gagas dan
dilakukan pemimpin saat ini, akan tetapi masih banyak pula program yang
belum dengan sepenuhnya dapat di
entaskan, masalah peningkatan dan percepatan pembangunan ekonomi kerakyatan
masih jauh panggang dari api,usaha ekonomi kreatif dan membangun semangat
entrepreneour masih ibarat antara mimpi dengan kenyataan.
Sikap sebagian besar orang tua tua
yang lebih berorientasi untuk
memperjuangkan putra putri mereka
menjadi abdi negara atau Pegawai Negeri Sipil sejak 5 tahun terakhir
harus di kubur dalam dalam, konon besarnya tarif untuk menjadi seorang PNS terkadang memaksa orang tua untuk menjual dan
menggadai sawah dan ladang, inilah sebuah ironis.
Dilain pihak upaya untuk menciptakan sosok entrepreneour
entrepreneour muda hingga saat ini masih
bersifat setengah setengah hati.
Dari hasil diskusi bersama
sejumlah aktifis dan seniman/budayawan
muda di baheoun buleoh menyimpulkan, kedepan dibutuhkan sosok figur pemimpin
yang lebih merakyat dan memahami penderitaan dan bahasa rakyat, bukan sekedar
pemimpin yang mampu membeli suara rakyat dan selalu mengatas namakan
kepentingan rakyat untuk memperkuat posisi dan jabatan kelompok masing masing.
Untuk saat ini kita melihat sejumlah tokoh tokoh dan birokrat di Sungai
Penuh sudah banyak yang dibencongkan dan
dibancikan hanya karena mereka di
curigai tidak sehaluan dengan penguasa.
Sebuah ironis agaknya,pada saat
peletakkan tiang tuo/peletakan batu pertama pembangunan musium adat di Hamparan
Besar Tanah Rawang peran dan fungsi para
pemangku adat khususnya Menti berempat dan Para Depati IV-8 Helai Kain dan Para Pemangku Adat se Alam Kerinci Nyaris
tak dilibatkan.
Penyerahan kunci balai
adat/penyerahan surat tanah Hamparan Besar Tanah Rawan konon belum pernah disepakati bersama Meneti
Berempat untuk diserahkan kepada Wali Kota Sungai Penuh, Menurut sejumlah
Depati Delapan Helain Kain dan sejumlah Menti Berempat mereka tidak pernah dilibatkan secara lansung apalagi diajak
bermusyawarah
Berbagai protes dari para pemangku adat se olah olah seperti iklan mobil fanther ”Nyaris
tak terdengar”, ibarat kata pepatah anjing menggonggong kafilah tetap berlalu.
Kedepan banyak masyarakat dan tokoh
masyarakat berharap agar pada Pilkada 9 Desember yang akan datang masyarakat
diharapkan lebih mengedepankan politik akal sehat dan memilih pemimpin sesuai
dengan hati nurani, bukan sesuai dengan jumlah bayaran yang diterima atau “money
politik”
![]() |
| Budi Vrihaspathi Jauhari |
Tentang
Sosok Herman Muchtar yang oleh banyak kalangan di prediksi kuat akan
berpasangan dengan Nuzran
Joher merupakan sebuah sinyal yang cukup bagus, Herman adalah sosok
pengusaha dan entrepreneour dengan segudang pengalaman dalam memimpin
organisasi, sedangan Nuzran Joher
merupakan tokoh dan politisi muda yang memiliki pengalaman politik yang luas
dan pernah menjadi anggota senator (DPD) Republik Indonesia


0 Comments:
Posting Komentar