Pasar Tanjung Bajure Semakin Semrawut

infokerinci.co.vu - Selama Ramadhan dan jelang Idul Fitri tahun ini  kondisi pasar Tanjung Bajure  terlihat semakin sembrawut. Daya tampung pasar Tanjung Bajure  terlihat semakin membludak bahkan  sepanjang jalan  mulai simpang hall PBSI Sungaipenuh hingga  depan rumah potong lama  terlihat  sembrawut dan kumuh.
 
Selain itu para pedagang, tukang gerobak, bendi dan  sepeda motor terlihat menampak suasana tak nyaman bagi para konsumen.
 
Kesemrawutan juga terlihat dikawasan  Kincai Paza hingga kawasan jalan Jenderal H.Thalib  dan kawasan jalur dua  bundaran Kota Sungaipenuh. Hampir disetiap  ruas jalan mulai  dari depan Gedung Nasional, jalur dua dan disetiap sudut terlihat dijadikan lokasi pakir yang tidak tertib dan ongkos parkir yang tidak terkontrol. 
 
Pemandangan ini bahkan diperkirakan akan semakin parah. Puncak kesemrawutan ini diprediksi akan terjadi pada H-1 menjelang Idul Fitri.
 
Sejumlah pedagang dan peratauan yang mudik ke Sungaipenuh- Kerinci menyebutkan, wajah Kota Sungaipenuh terutama pasar tak pernah mampu dibenahi. Semestinya sebagai sebuah kota yang telah berdiri sendiri  harus lebih baik.  
 
"Kalau begini terus keadaan Kota Sungaipenuh rasanya tak perlu menjadi daerah otonom, cukup diurus oleh satu orang Bupati saja, toh dimekar atau tidak dimekarkan Kota Sungaipenuh tetap seperti yang dulu, masih mendingan yang duluKota ini lebih 4 kali  dapat adipura,  dan sejak tujuh tahun menjadi kota yang berdikari kok  semakin semrawut saja," kata Amri salah seorang warga.
 
Masyarakat Kota Sungaipenuh berharap agar Walikota yang kelak akan dipilih harus punya pemikiran untuk menata dan membenahi kota Sungapenuh agar menjadi semakin lebih baik.

Salah seorang ibu rumah tangga, Dewi  menyebutkan, kota ini memang  aneh, bayangkan ditengah-tengah kondisi  lokasi pasar yang sempit, ternyata di lantai 3  tidak dimanfaatkan sebagai pasar, melainkan dijadikan tempat hiburan malam. (bvj)
Share on Google Plus

About pebi

Media Online Resmi yang diterbitkan oleh PT. Media Geger Nusantara

0 Comments:

Posting Komentar