InfoKerinci.co.vu - Kerinci (2/7), Suasana di perbatasan Desa Sanggaran Agung dan Pulau Pandan masih mencekam.
Ratusan warga Sanggaran Agung saat ini terus berjaga-jaga di
perbatasan tepatnya di jembatan penghubung dua desa berseteru ini.
Sementara massa Pulau Pandan bertahan di seberang jembatan.
Aparat kepolisian juga masih berjaga di lokasi bentrok.
Noviardi, tokoh pemuda Sanggaran Agung yang saat ini berada di TKP
bentrok, kepada kami mengatakan, meski sedang dilakukan
mediasi di Polsek Danau Kerinci, namun kondisi di perbatasan sempat
kembali memanas. Pasalnya, warga Pulau Pandan masih berupaya untuk
menyerang, namun terhenti oleh pengamanan polisi.
Hal yang sama juga dikatakan oleh warga Sanggaran Agung lainnya,
Yudi. Ia mengatakan, saat bentrok berlangsung Rabu (1/7) tadi malam,
seorang warga atas nama Eko mengalami luka, setelah terkena peluru
senapan angin di bagian tangan sebelah kiri.
"Iya, ada warga yang kena peluru senapan angin di bagian tangan. Tapi
bukan warga sini, dia kebetulan ada di TKP saat bentrok sedang
memanas," sebutnya.
"Saat ini suasana masih tegang, tadi beberapa kali warga Pulau Pandan
berupaya menyerang. Bunyi letusan senapan angin tadi juga terdengar
beberapa kali," ujarnya lagi.
Ia menambahkan, beberapa rumah warga sanggaran Agung di sekitar perbatasan mengalami rusak ringan akibat lemparan batu.
"Beberapa rumah rusak ringan, atap banyak yang jebol kena lemparan," bebernya lagi.
Sementara itu, saat ini proses mediasi di Polsek Danau Kerinci untuk
menyelesaikan konflik dua desa bertetangga ini masih berlangsung.(Rey-01)
metrosakti.com
0 Comments:
Posting Komentar