InfoKerinci.co.vu - Kerinci (1/7) Selain pasien BPJS yang
mengeluhkan masih banyaknya obat-obatan yang harus dibeli di luar,
pasien umum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) MHAT Kerinci juga
mengeluhkan mahalnya biaya berobat di RS plat merah itu.
Informasinya, walau hanya berobat selama dua jam, pasien harus
membayar Rp1 Juta. Seperti yang dialami Anggala, salah satu pasien yang
sudah beberapa bulan menderita penyakit ambeyen dan berobat ke RSUD MHAT
Kerinci.
Karena kartu BPJS-nya sudah tidak berlaku lagi, Anggala terpaksa
memakai jalur pasien umum. Saat berobat ke RSUD MHAT Kerinci pihak RSUD
mengharuskan keluarganya mesti membayar sejumlah uang administrasi
sebesar Rp100 ribu lebih.
Tidak sampai disitu saja, dokter pun menganjurkannya untuk tes darah
di laboratorium sebanyak dua kali, dengan masing-masing dana Rp210 ribu
dan Rp246 ribu.
"Sudah tes laboratorium, tapi sampai sekarang belum tahu hasilnya.
Selain biaya tersebut ditambah dengan sewa ruangannya, begitu juga
dengan tambahan beli obat dan infus yang kurang," ungkap salah seorang
keluarga Anggala
Tidak hanya Anggala saja, salah seorang pasien RSUD MHAT lainnya, Ar
yang disebut mengidap stroke dengan status pasien umum juga mengeluhkan
akan mahalnya tarif sebagai pasien umum.
"Satu paket obat saja harganya Rp 1 juta, belum biaya yang lain," sebut Agus, salah seorang keluarga Ar. (Rey-01)
Sumber : jambiupdate
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

0 Comments:
Posting Komentar