Kerinci - Mahasiwa Cinta
Jambi gelar aksi keratif di depan kantor Gubernur Jambi untuk menelaah
kebijakan dan melihat kinerja Gubernur Jambi pasca tersangka, dalam aksi
keratifnya yang dimulai dengan rentetan kegiatan nonton bareng tentang kejayaan
Jambi serta debat kandidat Gubernur Jambi yang melihat bagaimana tanggapan
Gubernur Jambi saat itu tentang korupsi, dalam stegmennya Zumi Zola (melalui
pemutaran video debat kandidat) menyampaikan bahwa ketika ada pejabat yang
terkena korupsi maka mereka wajib mengundurkan diri artinya mahaiswa ingin
melihat kembali apakah gubernur jambi konsisten terkait peryataan tersebut
sewaktu debat kandidat gubernutr tahun 2016 layaknya kesatria orang kayo hitam
yang berani.
Selain rentetan
kegiatan aksi kreatif dengan nonton bareng , mahasiswa jambi juga menyuarakan
aspirasinya dengan puisi dan orasi tentang belasungkawa keadaan Prov Jambi
dimana mereka menyampaikan bahwa Jambi sudah darurat korupsi. Koor kegiatan
yakni mahaiswa Universitas Jambi yakni Ari Anggara menyampaikan ke awak media
bahwa rentetan kegiatan tersebut dilakukan untuk menyampaikan tuntutan berbagai
elemen mahasiswa seperti meminta memeriksa semua pihak yang terlibat dalam
kasus OTT Provinsi Jambi mulai dari Pemprov hingga berbagai pihak lainnya dan
tuntutan lainnya seperti meminta KPK segara menahan Gubernur Jambi dan latar
belakang tuntutan tersebut didasari oleh rentetan kejadian dan pernyataan yang
disampaikan gubernur jambi Zumi Zola sebelum menjabat.
Tuntutan itu
dicanangkan melalui berbagai kajian mulai dari diskusi ruang kelas mahasiswa
sampai pada aksi kreatif yang dilakukan, artinya tidak menutup kemungkinan
bahwa mahaiswa pun akan menggeruduk kantor Gubernur Jambi disiang hari apabbila
KPK tidak segera menahan Gub jambi melalui status tersangkanya dan memeriksa
seluruh anggota DPRD yang terlibat. Mahasiswa cinta jambi desak gubernur
komitmen masalah koruspi jambi sesaui pernyataan debat kandidat tahun 2015,
yakni mundur dari jabatan sebagai Gubernur Mahasiwa Cinta Jambi gelar aksi
keratif di depan kantor Gubernur Jambi untuk menelaah kebijakan dan melihat
kinerja Gubernur Jambi pasca tersangka, dalam aksi keratifnya yang dimulai
dengan rentetan kegiatan nonton bareng tentang kejayaan Jambi serta debat
kandidat Gubernur Jambi yang melihat bagaimana tanggapan Gubernur Jambi saat
itu tentang korupsi, dalam stegmennya Zumi Zola (melalui pemutaran video debat
kandidat) menyampaikan bahwa ketika ada pejabat yang terkena korupsi maka
mereka wajib mengundurkan diri artinya mahaiswa ingin melihat kembali apakah
gubernur jambi konsisten terkait peryataan tersebut sewaktu debat kandidat
gubernutr tahun 2016 layaknya kesatria orang kayo hitam yang berani. Selain
rentetan kegiatan aksi kreatif dengan nonton bareng, mahasiswa jambi juga
menyuarakan aspirasinya dengan puisi dan orasi tentang belasungkawa keadaan
Prov Jambi dimana mereka menyampaikan bahwa Jambi sudah darurat korupsi. Koor
kegiatan yakni mahaiswa Universitas Jambi yakni Ari Anggara menyampaikan ke awak
media bahwa rentetan kegiatan tersebut dilakukan untuk menyampaikan tuntutan
berbagai elemen mahasiswa seperti meminta memeriksa semua pihak yang terlibat
dalam kasus OTT Provinsi Jambi mulai dari Pemprov hingga berbagai pihak lainnya
dan tuntutan lainnya seperti meminta KPK segara menahan Gubernur Jambi dan
latar belakang tuntutan tersebut didasari oleh rentetan kejadian dan pernyataan
yang disampaikan gubernur jambi Zumi Zola sebelum menjabat.
Tuntutan itu
dicanangkan melalui berbagai kajian mulai dari diskusi ruang kelas mahasiswa
sampai pada aksi kreatif yang dilakukan, artinya tidak menutup kemungkinan
bahwa mahaiswa pun akan menggeruduk kantor Gubernur Jambi disiang hari apabbila
KPK tidak segera menahan Gub jambi melalui status tersangkanya dan memeriksa
seluruh anggota DPRD yang terlibat.
Koor Aksi
kreatif yang dilakukan pada tgl 20 Maret 2018 yakni Ari Anggara menyampaikan
dengan lugas bahwa jambi tidak akan baik apabila dipimpin oleh orang yang
terjerat hukum kegiatan hari ini dilakukan untuk menyampaikan hal tersebut
bahwa jambi sedang ada masalah besar dibalik nama besar Jambi yang pernah
disandang melalui pimpinan Orang Kayo hitam, selain itu Ari juga menyampaikan
bahwa jambi tidak akan baik apabila diwakili oleh para pejabat yang menerima suap.
Aksi kreatif ini diikuiti oleh berbagai mahasiswa di Jambi baik itu dari
mahaiswa Universitas Jambi ataupun dari UIN Jambi, aksi kreatif ini diikuti
oleh sekitar 200 mahaiswa aktif dan jumlah ini merupakan jumlah yang sedikit
menurut ansori karna jika mahaiswa semuannya turun maka akan lebih dari itu
sehingga kami akan terus berada pada barisan untuk KPK segera merealisasikan
keinginan mahasiswa. Kami melakukan aksi kreatif ini guna untuk menyampaikan
kepada public bahwa Jambi sedang ada masalah besar yakni darurat korupsi. (Ari)

0 Comments:
Posting Komentar