Terbengkalainya Aset Daerah, Adirozal dinilai Gagal Memimpin Kerinci

 
Salah Satu Gedung yang terbengkalai di Bukit Tengah Milik Pemerintah Daerah kerinci
KERINCI, GO - Hampir satu dekade (sepuluh tahun) pembangunan Ibu Kota Kabupaten Kerinci Bukit Tengah belum terselesaikan (terbengkalai), ditangan Bupati Kerinci, DR. Adirozal, MSi, periode 2014-2019, selama empat tahun sudah berjalan masa kerja “Adirozal bersama Zainal Abidin” (Wakil Bupati Kerinci), kelanjutan pembangunan (penyelesaiannya) Bukit Tengah semakin tak jelas jeruntungannya?
 
   Tadinya, semasa kampanye Adirozal menjanjikan akan membangun Kerinci dengan slogan “Kerinci Lebih Baik” termasuk membangunan pusat ibu kota Kerinci di Bukit Tengah, Kecamatan Siulak Mukai sebagai pusat pemerintahan, politik, ekonomi dan budaya ternyata “janji-janji kosong” buktinya Bukit Tengah terbengkalai, hingga kini ditumbuhi semak belukar (rumput-rumput liar), jika pun ada pembangunan lainnya seperti jalan dua jalur, namun belum mampu menjawab tantangan bagi kepentingan ibu kota dan masyarakat Kerinci. Penyelesaian pembangunan Bukit Tengah sampai berakhirnya masa jabatan Adirozal Juli 2018 nanti, hanya sebuah kebohongan untuk penyelesaian Bukit Tengah.
 
Salah Satu Gedung Pamda Kerinci di Bukit Tengah yang terlantar
Kini sudah memasuki tahun politik, dan Adirozal akan mencalonkan diri lagi untuk menjadi Bupati Kerinci periode kedua, dan telah melakukan pencitraan dengan merangkul sejumlah kepala desa, para istri kepala desa (ibu-ibu pkk tingkat desa), dengan memberangkatkan mereka keluar Kerinci. Hal ini telah menjadi sorotan tajam Pers di Kerinci dan media nasional. 
Apa dibalik semua itu, jika bukan politis, apa lagi kini tahun politik, menjelang Pilkada serentak 2018 yang tinggal tujuh bulan lagi, kenapa tidak selama ini jelas sumber kompeten via sambungan telephon jarak jauh, yang dikutip dari koran redaktur Rafflesia Post.
Menurut sumber kompeten media ini, mantan Bupati Kerinci H. Murasman periode 2009-2014, yang digantikan Adirozal telah memperjuangkan posisi ibu kota Kabupaten Kerinci di Bukit Tengah (Siulak) Tigo Luhah Tanah Sikudung, bersama Hermanto, mantan Wakil Ketua DPRD Kerinci di periode yang sama dengan Murasman.
Tidak semua masyarakat Kerinci setuju Ibu Kota Kabupaten Kerinci di Bukit Tengah, karena dalam pembahasannya dewan banyak yang menolak, (saat itu) terutama yang berasal dari Kerinci Hilir. Namun, Murasman, dengan tegarnya menghadapi tantangan bersama Hermanto dan sejumlah dewan lainnya akhirnya berhasil menduduk kan Bukitr Tengah sebagai ibu kota Kerinci. Dan gugurnya usulan Tanah Cuguk dan Renah Pemetik. Namun, demikian Bukit Tengah, memang terbelit kasus tanah, yang belum tuntas?.
Adirozal, yang digadang-gadangkan saat kampanye tempo hari, sebagai wakil Walikota terbaik di Padang Panjang, ternyata belum mampu menunjuk kan kehebatannya membangun negeri sendiri (kampung halaman). Jika mau dibandingkan dengan daerah pemekaran di Sumatera Selatan dan Bengkulu, rata-rata ibu kota Kabupaten pemekaran di selesaikan kurun waktu lima tahun, tidak seperti Kerinci sudah berjalan Sembilan tahun (hampir satu dekade), terbengkalai ditangan Mantan Wakil Wali kota terbaik Padang Panjang, (DR.Adirozal, MSi), kini menjabat Bupati Kerinci.
Jika pun Adirozal, beralasan Bukit Tengah ada permasalahan Hukum, maka dia tidak membangun Bukit Tengah, ini juga tindak kan yang keliru karena yang dirugikan Pemda Kerinci bersama rakyat Kerinci, bukan sekelompok orang atau semata menyelamatkan jabatan sebagai Bupati/ Kepala Daerah Kerinci. Dalam pengamatan Redaktur Rafflesia Post, ada tiga hal dalam kehidupan manusia, pertama “masalah, kedua tanggapan, ketiga solusi.”
Masalah, sama-sama sudah kita ketahui di Bukit Tengah, soal tanah yang belum tuntas. Kedua tanggapan, sudah disampaikan masyarakat baik secara lisan maupun tertulis dan lewat saluran media yang ada. Dan ketiga Solusi (jalan keluar) dari semua itu. Apa dan bagaimana..? Seharusnya Bupati Adirozal, mengambil posisi jalan keluar dari masalah. Bukan, turut serta mendiamkan masalah, apa lagi menambah masalah dengan tidak menyelesaikan pembangunan Bukit Tengah.
Jika Bupati Adirozal, mau menyelesaikan masalah di Bukit Tengah, dari awal dia menjabat Bupati Kerinci, 24 Maret 2014 silam, seharusnya pusat ibu kota Kabupaten Kerinci (Bukit Tengah) di utamakan penyelesaiannya. Orang yang menjabat Bupati boleh saja berganti-ganti, namun jabatan Bupati/ kepala daerah Kabupaten Kerinci, (Jabatan) tetap satu artinya Murasman, boleh saja tidak lagi jadi Bupati, sama dengan para bupati sebelumnya, namun tanggungjawab Bupati terpilih, harus tetap menyelesaikan masalah dalam daerah (hukum) wilayah kerjanya. Karena Bupati/ kepala daerah sama dengan pemimpin artinya panutan, masyarakatnya, ketika Ia menjabat Bupti/ Kepala Daerah, sudah harus meninggalkan, “adanya rasa dendam, egoism, kepentingan kelompok, pribadi dan lain sebagainya, yang bersifat merugikan rakyat yang dipimpinnya.” 
Jika, Adirozal berani bersikap dan mengambil alih kendali di Bukit Tengah dari awal masa jabatannya, niscaya jalan penyelesaian Bukit Tengah terbuka lebar. Adanya egoisme pribadi terlihat, sejak Adirozal dilantik menjadi Bupati/ Kepala Daerah Kabupaten Kerinci, antara Mantan Bupati Kerinci, H. Murasman dengan Bupati terpilih DR. Adirozal, MSi, tidak pernah mau duduk satu meja, mencari penyelesaian tentang masalah di Bukit Tengah. Adrozal, jalan sendiri dengan cara-caranya sendiri, yang akhirnya Ibu Kota Kabupaten Kerinci Bukit Tengah, terbengkalai pembangunannya hingga kini.
Bupati Kerinci DR Adirozal MSi, sudah tiga kali disurati Rafflesia Post, langsung melalui redaktur pelaksana, tentang penggunaan APBD Kabupaten Kerinci mulai tahun 2014, 2015, 2016 dan 2017, namun tak satu pun dijawab Bupati Adirozal, hingga berita ini diturunkan. Selain penggunaan APBD, juga diminta penjelasannya tentang pembangunan Kerinci Lebih Baik (KLB), dan masalah “Fee” kegiatan Proyek Pembangunan Kerinci, yang secara terbuka di akui para pemborong bahkan oleh tim suksesnya sendiri, yang mengakui adanya pungutan “Fee” tercatat sampai tahun anggaran 2017 yang segera akan berakhir.
Namun, demikian Rafflesia Post tetap meminta hak jawab Bupati Kerinci (DR. Adirozal, MSi) soal terbengkalainya pembangunan pusat Ibu Kota Kabupaten Kerinci di Bukit Tengah, apa dan bagaimana menurut Adirozal?. Untuk ke empat kalinya Rafflesia Post menyurati Bupati Adirozal, dengan tetap memegang prinsip, “praduga tak bersalah” berkenan member keterangan. Dan akan dimuat apa adanya.
Menanggapi terlantarnya pembangunan ibu kota Kerinci di Bukit tengah, Gafar Uyub Depati Intan salah satu wartawan senior mengatakan Adirozal selaku bupati kerinci tidak bisa lepas tangan begitu saja. Selaku Bupati dia harus bertanggung jawab bagi kelangsungan pembangunannya. Apalagi kini telah puluhan asset pemerintah daerah sudah hancur, jelas-jelas ditangan adirozal kehancurannya sampai hari ini. Jika Adirozal beralasan adanya persoalan hukum itu ada aparat yang bertanggung jawab. Namun mengenai bangunan fisik yang sudah atau belum ada Adirozal wajib bertanggung jawab karena kelanjutan dari mantan bupati sebelumnya Murasman adalah Adirozal. Ditegaskan bang Ayub Adirozal tidak perlu membangun pencitraan sepanjang ia bekerja baik, ia akan dicintai rakyat dan rakyat tau jika ia berprestasi. Dan begitu pula sebaliknya, jika Adirozal bekerja buruk maka dia akan di benci oleh rakyatnya. Dan tidak mungkin masyarakat akan memilihnya untuk bupati yang ke dua kalinya.
Ketua Ikatan Wartawan Online ( IWO ) Kerinci Sungai Penuh, Zoni Irawan mengatakan “ Saya sependapat dengan bang Ayub itu, sabtu lalu (20/01) telah mengunjungi bukit tengah, sebanyak 13 kantor OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terlantar dan hancur. Pemandangan terlihat tiang-tiang berdiri kosong. Dan kantor dinas pemuda olahraga pariwisata dan kebudayaan Kaca-kaca nya sudah hancur samping dan depan dalamnya dipenuhi sampah. Bahkan ironisnya terdengar kabar dimanfaatkan oleh para remaja untuk berpacaran, “Sebutnya.
“Ini merupakan bentuk kegagalan Pemerintahan Adirozal untuk melanjutkan Pembangunan ibu kota Kabupaten Kerinci di Bukit Tengah,” Tambahnya. (***/red)
Share on Google Plus

About Anonim

Media Online Resmi yang diterbitkan oleh PT. Media Geger Nusantara

0 Comments:

Posting Komentar