![]() |
| Add caption |
Sungai Penuh - Dari pantauan media di PDAM Tirta Sakti Kerinci, sekitar pukul 11.
00 wib (18/1), tampak Direktur utama PDAM menuju ruang kerjanya menggunakan baju batik. Usai masuk ruang kerjanya, Agus Salim kembali keluar langsung berjalan menuju ruangan aula PDAM. Pada
saat mengetahui ada wartawan yang hendak mengkonfirmasi dirinya, iya
enggan berkomentar banyak. " lagi mau rapat di aula," sambil berjalan
tergesa - gesa menuju aula.
![]() |
| Ket Foto : AS Dirut PDAM Tirta Sakti Sungai Penuh yang berada di halaman kantor terlihat sehat bugar (tidak dalam keadaan sakit) Kamis, 18/1/2018 (Poto IDP anggota IWO) |
Sekedar mengingatkan kita kembali Operasi Tangkap
Tangan (OTT) oknum Agus Salim, 45 tahun Direktur Utama (Dirut) PDAM
Tirta Sakti Kerinci, oleh Tim Saber Pungli Polres Kerinci, Jum,at 29
Desember 2017, tahun lalu sekitar pkl. 10 00 WIB di Jalan Bukit
Sentiong, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh.
OTT itu sendiri di tangkap oleh Tim Polres Kerinci, diduga kasus yang
mendera, Agus Salim tengah ditangani pihak Kejaksaan Negeri Sungai
Penuh. Dari data diperoleh menyebutkan kasusnya terkait, “penanganan
perkara bantuan hibah pemasangan meteran dan pipa air bagi masyarakat
berpenghasilan rendah PDAM Kerinci”
Penangkapan terjadi saat transaksi antara Agus Salim dengan Azmardi
oknum Kasubag Pembinaan Kejari Sungai Penuh, dengan nilai suap Rp. 350
juta, sekaligus menjadi barang bukti bersama dua unit kendaraan roda
empat. Satu buah Inova warna Silver Nopol BH 2869 YX, mobil kendaraan
milik Agus Salim dan Kijang warna biru Nopol 1963 FL diduga milik
Asmardi.
Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Agus Widodo, SH. MH, terkesan
aneh, sejak peristiwa tertangkapnya A selaku bawahannya, Agus Widodo,
menghilang dari kejaran Wartawan, (menghindar, Red).
Bahkan tidak memberikan keterangan Pers kepada wartawan. Penangkapan
Azmardi dan Agus Salim oleh Tim Saber Pungli Polres Kerinci, Agus Salim
diboyong ke markas Polres di Jalan Depati Parbo, Kawasan Karya Bakti
Kecamatan Pondok Tinggi dan ditetapkan sebagai tersangka, lalu ditahan
hanya untuk beberapa hari saja. Dan 3 Januari 2018, Agus Salim masuk
rumah sakit Mayjen MH A Thalib, hingga kini Ia (Agus Salim, red)
tahu-tahu sudah ada diluar, (active bekerja), Agus Salim terlihat segar
bugar saat dijumpai salah satu Wartawan anggota IWO (Ikatan Wartawan
Online), (18/1) di Kantor PDAM Tirta Sakti, Kabupaten Kerinci di Jl.
Siak Lengih Kota Sungai Penuh.
Anehnya, Azmaldi anak buah Agus Widodo, yang satu ini, pengusutan
kasusnya ditangani Kejaksaan Tinggi Jambi, kata AKBP Dwi Mulyanto, SIK,
SH. Tak heran masyarakat kota Sungai Penuh yang awam merasa terkejut,
dan cerita umpat pun bergulir deras dari mulut kemulut, karena tak
jelasnya status hukum oknum yang katanya ditangani Kejati Jambi itu?.
Apakah di tahan atau berkeliaran diluar, belum diketahui?.
Apa lagi terbesit berita miring adanya uang pengaman kepada sejumlah
Wartawan Rp. 15 juta untuk 23 oknum Wartawan, kata sumber kompeten media
ini, Kamis (18/01) di Kota Sungai Penuh.
Bahkan sumber lainnya menjelaskan (17/1), dengan tidak ditahan nya
Azmardi, padahal peristiwa kasusnya OTT, bagi masyarakat awam merasa
hukum belum berkeadilan. Praktik seperti ini sudah lama terjadi di
Kerinci?.
Kapolres Kerinci AKBP. Dwi Mulyanto, SIK. SH, dihubungi Via pesan
singkat. “Semua penanganan kasus tersebut ditangani oleh Kejati, silakan
klarifikasi ke Kejati,” tulisnya.
Sementara itu, Gafar Uyub Depati Intan Mantan Ketua DPD-Komite Wartawan
Reformasi Indonesia Propinsi Bengkulu periode 2006-2011 mengatakan
terasa agak aneh, tersangka OTT. “Kok diberi kelonggaran tahanan luar.
Dan status Azmardi, belum di umumkan oleh Kejaksaan Negeri Sungai Penuh,
tersangka atau bukan ? Ini ada apa?,” tanya dia.
Sedangkan barang bukti, berupa uang dan dua kendaraan telah diamankan
pihak Polres Kerinci. Seharusnya di lakukan penahanan, jika diberi kan
kelonggaran sangat lapang di khawatirkan tersangka akan leluasa
menghilangkan data pendukung yang bisa menjadi tambahan barang bukti
bagi penyidik. Dalam “penanganan perkara bantuan hibah pemasangan
meteran dan pipa air bagi masyarakat berpenghasilan rendah PDAM
Kerinci”. (Red)


0 Comments:
Posting Komentar