infokerinci.com - Sungaipenuh, Setelah 8 hari terjadi penumpukan sampah di setiap tempat pembuangan sampah sementara di Kota Sungaipenuh menghebohkan media sosial dan menjadi buah bibir dari setiap orang yang ada di Sungaipenuh. Hingga pukul 18.30 WIB terjadi perdebatan antara DPRD Kota Sungaipenuh, BLH Kota Sungaipenuh, Perwakilan TNKS, dan juga masyarakat Kumun Debai, terjadi alot di Aula Sekretariat DPRD Kota Sungaipenuh.
Dalam pantauan infokerinci.com dilapangan terjadi ketegangan yang luar biasa pada perdebatan persoalan sampah. Dimana masyarakat kumun debai meminta kepada BLH Kota Sungaipenuh untuk tidak membuang sampah di Renah kayu Embun. Dan meminta BLH untuk memungut kembali sampah yang sudah dibuang pada lokasi tersebut. sebab itu sudah jelas-jelas melanggar undang-undang yang berlaku.
Dalam laporan Munasri selaku kepala BLH Sungaipenuh menyampaikan, Kami hanya pelaksana lapangan. Mengangkut sampah dari tempat pembuangan sampah sementara sampai pada tempat Pembuangan Sampah. Sementara saat ini, Tempat Pembuangan tidak ada, karena yang membuat tempat pembuangan adalah Dinas Pekerjaan Umum. Kami tidak memiliki anggaran untuk itu. Maka dari itu sampah di Kota Sungaipenuh bisa menumpuk seperti ini.
Sementara salah seorang anggota DPRD Kota Sungaipenuh meminta munasri untuk mundur dari jabatan kepala BLH jika tidak mampu menangani persoalan darurat sampah ini.
Sementara salah seorang anggota DPRD Kota Sungaipenuh meminta munasri untuk mundur dari jabatan kepala BLH jika tidak mampu menangani persoalan darurat sampah ini.
Pimpinan DPRD akan membawakan hasil rapat ke rapat seluruh anggota. Setelah itu baru ada keputusan tertulis mengenai persoalan sampah di Kota Sungaipenuh. Sementara hari ini hanya menampung dan dengar pendapat.

cara mengatasi masalah sampah dimana saja bisa bila berkenan buka di teknologi pemusnah sampah.
BalasHapus