KPK : Peluang Korupsi Kian Terbuka
infokerinci.com - Alokasi dana bantuan sosial dan hibah di 10 Kabupaten/Kota melonjak Secara Fantastik. Kenaikan dana tersebut rawan untuk dimobilisasi dan dimanipulasi oleh calon kepala daerah petahana untuk kepentingan pemenangannya.
infokerinci.com - Alokasi dana bantuan sosial dan hibah di 10 Kabupaten/Kota melonjak Secara Fantastik. Kenaikan dana tersebut rawan untuk dimobilisasi dan dimanipulasi oleh calon kepala daerah petahana untuk kepentingan pemenangannya.
Kenaikan alokasi dana bantuan
sosial (bansos) dan hibah di 10 daerah tersebut dipaparkan oleh public Virtue
Institute yang merupakan bagian koalisi kawal pilkada, senin (9/11). Atas
kenaikan tersebut, koalisi kawal pilkada meminta panitia pengawas pemilihan
kepala daerah memperketat pengawasan.
Menurut peneliti di
public virtue institute, Resa Tama Putra ada sekitar 80 daerah lain yang
meningktkan alokasi dana Bansos dan Hibahnya. Namun, peningkatan itu tidak
sebesar 10 daerah yang disebut semula. Di 80 daerah ini, petahana juga maju
dipilkada.
"Pengawasan oleh panitia pengawas
pilkadadi daerah-daerah tersebut harus ditingkatkan mulai saat ini karena
penyelewengan dana Bantuan Sosial dan hibah biasa nya marak terjadi mendekati hari pemungutan suara
pilkada serentak, 9 Desember” ujar peneliti Devisi Korupsi Politik Indonesia
Corruption Watch (ICW), Almas Sjafrina.
Terkait Dengan peningkatan Dana
Bansos, anggota Badan pengawas pemilu, Nasrullah Mengatakan, pihaknya telah
mengingatkan badan/panitia pengawas pilkada yang ada di 269 daerah yang
menggelar pilkada. Laporkan setiap penyelewengan Bansos/hibah untuk calon
pilkada.” Ujarnya.
Terkait persoalan serupa, Komisi Pemberantasan
Korupsi menengarai peningkatan dana Bansos menjelang pilkada membuka potensi
terjadi korupsi.
“Memang ada dugaan dana bantuan
sosial digunakan secara tersamar bagi kepentingan pemilihan Kepala Daerah,
khususnya penggunaan untuk kepentingan dana kampanye, dan ini memberikan
konstribusi terjadinya dugaan tindak pidana korupsi,” ujar pelaksana petugas (Plt)
Wakil ketua KPK Indriyanto Seno Adji di jakarta, Senin.
Sementara Plt Wakil Ketua KPK
Johan Budi SP Mengemukakan, pihaknya pernah membuat kajian tentang dana Bansos.
Hasilnya, penyaluran dana itu memang meningkat di sejumlah daerah menjelang
Pilkada.
Meski menemukan Indikasi penyelewengan
Dana Bansos jelang Pilkada, KPK tidak Merekomendasikan penghapusan dana
tersebut, Menurut Johan, KPK merekomendasikan agar pemerintah dan instansi
terkait, seperti DPRD dan Badan Pengawas Keuangan Pembangunan, melakukan
pengawasan terhadap penyaluran dan penerimaan Dana Bansos.
Ini10 Daerah yang mengalokasikan
dana bantuan sosial dan Hibah Terbesar pada 2015, beserta presentase
kenaikannya dibandingkan tahun 2014 menurut vublic virtue institute.
1. Konawe Utara,
Sulawesi Tenggra Kenaikan mencapai 1.884 % (Rp 4,8 M)
2. Bangka
Selatan, Bangka Belitung 601,5 persen (Rp 16,8 miliar)
3. Labohanbatu
Utara, Sumatera utara 432,9 persen (Rp 29,5 Miliar)
4. Kotabaru,
Kalimantan Utara 270,7 persen (Rp 33,8 miliar)
5. Seluma,
Bangkulu 213,6 persen (Rp12,7 miliar)
6. Pematangsiantar,
Sumatera Utara 180,9 persen (Rp 13,031 miliar)
7. Sungai Penuh, Jambi
169,0 persen (Rp 7,3 miliar)
8. Pasawaran,
Lampung 168,4persen (Rp 19,7 miliar)
9. Manado, Sulewesi
Utara 167,9 persen (Rp 55,9 miliar)
10. Pangkajene
Kepulauan, Sulewesi Selatan 159,4 persen (Rp 13,2 miliar)
Sumber : Kompas, Selasa 10/11/2015

0 Comments:
Posting Komentar