4000 Massa Hadiri Kampanye HMNJ di Sungai Liuk
Pesisir Bukit kini jadi milik pasangan Herman Muchtar-Nuzran Joher. Cengkraman kekuatan massa duet yang diusung PAN-Nasdem-Golkar sudah nyata. Sekitar 4000 massa tumpah di Desa Koto Duo, Sungai Liuk, Pesisir Bukit. Larik Tengah yang menjadi lokasi kampanye tak mampu menampung ledakan massa, hingga tumpah ke Larik Inggung Itu pun masih banyak massa yang tidak kebagian tempat. Hingga mereka melihat dari kejauhan, sebagian lagi memilih berada di atas palasa (teras) rumah.
Kondisi ini membuat Dr Basyarudin Thaib, Koordinator Pesisir Bukit yang diutuskan langsung dari Jakarta itu merasa lega. Tidak sia-sia dia datang jauh dari Jakarta menggalang massa, dan itu dibuktikannya. Tapi, guru teladan se Asia Tenggara ini belum puas, sebelum melihat hasil akhir pada 9 Desember mendatang.
“Saat ini saya lega, Pesisir Bukit sudah bersatu. Tapi, saya belum merasa puas, menunggu hasil akhir 9 Desember nanti. Jika suara yang diperoleh Herman-Nuzran di Pesisir Bukitn di bawah 80 persen, terus terang saya kecewa,” tegas Basyarudin pada kampanye terbatas Cawako nomor urut dua Herman-Nuzran di Sungai Liuk Pesisir Bukit, Senin (19/10).
Menurutnya, angka 80 persen bisa dibanggakan sebagai kado untuk anak jantan Pesisir Bukit Herman Muchtar. Bahkan, Pesisir Bukit berpeluang untuk mendapat jatah kursi orang nomor tiga, yakni posisi sekretaris daerah. Tapi, dibawah angka 80 persen dimana letak muka Pesisir Bukit. “Makanya, mari kita bersatu. Sudahlah, tinggalkan yang lain, kita dorong masyarakat untuk memilih Herman-Nuzran,” tegasnya.
Untuk mencapaikan target itu, tokoh adat lima koto dan empat desa di Pesisir Bukit dikumpulkan. Mereka telah menyampaikan kebulatan tekad untuk berjuang dan memenangkan HMNJ. “Bagi yang tidak sejalan, silakan minggir. Kalau mau maju mari kita bergandengan. Termasuk kemenakan saya, jika tidak sejalan silakan atur langkah sendiri,” tegas Basyarudin blak-blakan.
Sejumlah tokoh asal Tanah Kampung juga hadir, Nizam Hasan, Bainal, Maas Jairi dan Bujang Buruk alias BB. Mereka menyatakan dukungan dan turun memperjuangkan HMNJ karena ingin Sungaipenuh berubah. Sebab, menurut istilah Basyarudin sejak Nabi Adam bertemu dengan Siti Hawa di dunia, gedung nasional dan tugu 17 sudah ada di jantung Kota Sungaipenuh. Hingga kini, kedua monumen itu tetap utuh, belum mendapat sentuhan.
“Posisi kedua bangunan ini di jantung kota. Berarti benar, belum ada perubahan. Apalagi, di desa-desa. Makanya, kami menghendaki Herman untuk merubah kota ini secara total,” kata Bainal yang dipercayakan Tokoh Kota Jambi jadi Koordinator pemenangan HMNJ khusus di Jambi.
Herman terang-terangan mengatakan, dia maju jadi cawako karena punya niat untuk membangun Kota Sungaipenuh. Jika diizinkan dan terpilih nantinya, tidak ada lagi tes CPNS harus setor dana ratusan juta. Tidak adalagi upeti dari pejabat untuk menduduki jabatan eselon. “Semua kita bersihkan, termasuk moral pemimpin dan masyarakat. Jika moral sudah bersih, tidak adalagi niatan untuk mempermainkan uang rakyat,” tegas Herman yang disambut yel-yel para pendukung.
Cawawako Nuzran Joher minta kepada masyarakat Pesisir Bukit tidak takut dengan tekanan yang melarang untuk memilih calon nomor urut dua. Khusus para PNS, tenaga honorer yang diancam akan dipecat jika berada di belakang Herman dan Nuzran. “Mok katakuk. Lawan, massa kita besar. Lihat ribuan massa Pesisir Bukit siap membela, karena kita memperjuangkan kebenaran,” tegas Nuzran.
Sebelumnya, Sabtu (17/10) blusukan digelar di lima koto dan acara dipusatkan di Koto Keras. Massa yang hadir juga ribuan. Sehingga Lahek Lahek tempat kampanye digelar dipadati massa. “Makanya, kita yakin unggul di Pesisir Bukit,” kata Parles.(dev)


0 Comments:
Posting Komentar