infokerinci.co.vu - Kerinci, Regina Pasien RSUD Mayjen HA Thalib yang masih berusia 2 bulan meninggal dunia setelah diberikan cairan infus oleh perawat. Menurut data yang diperoleh, putri
pertama dari pasangan Dendi Budizar (35) dan Nel ini mengalami reaksi
buruk setelah diberikan infus kedua oleh salah satu perawat di zal anak
RSUD Mayjen HA Thalib Kerinci pada Jumat (2/10) tadi siang. Menurut keterangan pihak keluarga
pasien, infus kedua yang diberikan perawat tersebut salah. Itu
diketahui, karena ada perbedaan nama pasien pada botol infus pertama dan
kedua.
Menurut keterangan, Subaidah, nenek
Regina, ditemui wartawan di rumah duka, di Desa Koto Lolo, Kecamatan
Pesisir Bukit, Kota Sungaipenuh, Jumat sore membenarkan hal itu. Menurut
dia, cucunya meninggal setelah infusnya diganti oleh perawat pukul
09.00 WIB pagi Jumat. Beberapa menit kemudian, Regina tidak sadar
kondisinya memburuk. "Beberapa menit infusnya di ganti oleh perawat, Regina meninggal," kata Subaidah.
Subaidah menjelaskan, infus yang
diganti oleh perawat, adalahinfus untuk pasien lain yang bernama Nakila
umur 2 tahun yang tengah dirawat medis di ruang sebelah. "Saya tanya ke
perawat kenapa infusnya nama Nakila? Cucu saya nama Regina, kok infus
anak lain dikasih, ini gara-gara infus dia meninggal," imbuhnya.
Dendi Budisar, orang tua Ragina
menyampaikan, dirinya tidak menerima anaknya meninggal dikarenakan salah
kasih infus oleh perawat. "Meninggal setelah infus yang kedua
diganti oleh perawat, di infus saya lihat nama anak lain berumur 2
tahun, anak saya 2 bulan," ujarnya dirumahnya, tadi siang.
Sejumlah anggota Inafis dan penyidik Polres Kerinci mendatangi RSU MHA Thalib Kerinci, Jum'at sore (2/10/2015). Mereka langsung menuju ruang inap anak-anak, tempat sebelumnya Regina dirawat.
Orang tua Regina, Dendi Budizar (35) dikhabarkan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kerinci tadi sore. Sorenya Polisi mendatangi ruang perawat jaga. Di ruangan itu petugas mengklarifikasi dengan perawat piket dan mendata perawat yang piket saat Regina dirawat.
Perawat
yang piket hari Kamis, Yepi Aprinal, selaku Kepala Ruangan Zaal Anak,
Helda Setyawati pembimbing klinik/zaal anak, Nuasyiah staf perawat,
Yeflia Merda dan Meki staf perawat. "Penanggung jawab ruang adalah dr. Yarni Andika Sp.A," jelas seorang perawat di Zaal Anak pada petugas Inafis.
Kapolres
Kerinci AKBP S. Winugroho SIK melalui Kanit Pidum Satreskrim, Ipda
Maizardi mengatakan, korban dibawa ke RSU MHA Thalib Kerinci untuk
divisum dan anggota mendatangi ruang korban saat dirawat. "Kami
mengumpulkan keterangan saksi dulu dengan memeriksa ruang zaal anak.
Untuk barang bukti infus sudah diamankan," ujarnya.
Direktur RSU MHAT, Noviar Zen. belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak rumah sakit.
Ponsel Noviar juga belum bisa dihubungi.
Media Online Resmi yang diterbitkan oleh PT. Media Geger Nusantara
0 Comments:
Posting Komentar