Oleh : Erike Pratama
Aku ingat dulu seorang tamu pernah datang kerum ah menawarkan ku 'EMAS'
dan kita berjuang bersama untuk mewujudkan itu, sekarang aku ditawari
lagi untuk berjuang menjadi 'HEBAT' oleh teman yg kemaren (aku mulai
menyebutnya teman sejauh ini) aku bahkan belum melihat 'EMAS'
didapurku..
aku mulai berpikir kau pasti tak serius kan dengan berjuang kali ini, karna berjuang tak sebercanda ini, (dititik ini aku mulai merasa terjebak MLM yg salah :) )
Aku pernah mampir kerumah tetangga dekat ku yg jurangan pempek itu loh, kenalkan?
Entah kenapa ku rasa rumahnya terasa agak padat tp walau agak padat. kulihat dia menata setiap barangnya dengan sangat tertata, apa aku sedang mengalami syndrom 'rumput tetangga selalu lebih hijau?' Ahh tapi kurasa tidak, karna kupikir lagi, kita tetangga dekat loh, kok bedanya sampai gini banget ya?, apa dia berjuangnya tak sebercanda dirumahku?
Aku jadi penasaran apa dia mencuri start ku? Apa yg dia lakukan setiap pagi? Apa dia bangun lebih awal dariku? Atau pempeknya laku keras dipasaran, hingga punya modal yg lebih dariku?
Ahh tp siapa yg tau dapur orang..
Lagian aku cuma mampir sebentar.
Seiring berjalannya waktu aku mendengar kabar sayup tamuku (yg sudah ku sebut teman) tadi lagi sibuk-sibuknya dengan acara open house-nya (inggris dikit biar kekinian, btw ejaannya udah benar gak sih?)
Aku merasa ingin hadir walau cuma sebentar tp setelah ku pikir-pikir aku takut untuk hadir.. Ahh bukan!! Aku takut merasa asing disana karna aku tak terlalu pandai bergaul, sok penting sekali aku ini tanpa aku pun acaranya bakalan tetap jalan kok, (apalah aku ini hanya seonggok upil tanpa hidung-RD-) :)
Tp aku sedikit gembira ketika keluar rumah tadi pagi, rupanya kemaren sebelum pulang tetangga ku ini menbangunkan aku titian, agar motor ku bisa agak lebih mudah keluar masuk rumah (oohh terimakasih ya), tp aku juga baru sadar titian yg kemaren kan masih ada.. Ahh iya titian yg kemarenkan. . . . aaaasuuudahlah, tabunganku masih ada kok, tiap bulankan aku sisihkan penghasilanku. Jadi selow aja. Toh titian yg sekarang lebih cantik, aku merasa lebih PeDe selfie disini. :)
Aku duduk santai beranda rumahku, aku dihampiri seorang pemuda rapi, bersih, gagah, kayaknya baik sih dan penting dia tak seperti sales panci berjas kebesaran dipadu dengan dasi yg kebesaran, kalau saja aku tak ingat norma kesopanan ala ketimuran yg aku junjung tinggi ini (uweak! Muntah aja, aku udah duluan) aku pasti udah bilang ke mereka kalau itu gak mecing banget. (Sejujurnya takut digampar aja sih :) ). Oke lanjut.. Karna dia berpakaian cukup santai untuk dianggap sales panci, apa ini MLM(lagi)
Beberapa hari berselang...Ternyata dia ingin bertamu juga seperti yg sebelumnya, setelah menyudahi basa-basi ketimuran yg (menurutku) sama sekali tak penting ini, dia langsung ketujuannya , dia sudah cukup lama memperhatikan rumah ku ini dan dia menawarkan ku beberapa solusi, yg aku pikir-pikir ini agak baru sih, dan yg terpenting dia akan berkunjung lagi ke beranda rumah ku dan tak memaksa ku untuk merasa asing dengan mengunjunginya..
Aku lihat dia juga lebih energik, karna muda kali ya?
Tp aku selalu yakin pemuda itu menawarkan perubahan, Aku sudah pernah ditawari EMAS, aku sudah tau rasanya dan berpikir cukuplah sampai disini aja penggalian emas ini, karna ku pikir ini 'ilegal'.
Mungkin aku akan mencoba penawaran baru pemuda ini, toh tamu ku yg sebelumnya aku sudah pernah dengar penawaran itu, untuk ke-2 kalinya gak akan menarik lagi, sepertinya ini takan dilanjutkan, harus ada yg memulai lagi yg batu tuk mengakhiri yg lama.
Tp terlepas apapun itu, seperti kata pak anies 'orang tua menawarkan sejarah, pemuda menawarkan masa depan.
Cerdas lah dan bertanggung jawab pada pilihanmu.

0 Comments:
Posting Komentar