INFOKERINCI.CO.VU, KERINCI - Sebanyak
18 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Kerinci masih
ditahan oleh Polisi Diraja Malaysia pasca penangkapan besar-besaran di
wilayah Sungai Penchala Damansara, Malaysia pada Rabu (23/4) pekan lalu.
Hal ini dikatakan oleh Ketua Perhimpunan Masyarakat Indonesia (Permain) Jambi, Malaysia, Mat Jizal, Kamis (30/4). Menurut dia, jumlah TKI yang masih ditahan ini diketahui oleh pihaknya setelah KBRI turun tangan ikut membantu masalah penangkapan puluhan TKI asal Kerinci pasca pengeroyokan salah satu oknum Polisi Malaysia.
Hal ini dikatakan oleh Ketua Perhimpunan Masyarakat Indonesia (Permain) Jambi, Malaysia, Mat Jizal, Kamis (30/4). Menurut dia, jumlah TKI yang masih ditahan ini diketahui oleh pihaknya setelah KBRI turun tangan ikut membantu masalah penangkapan puluhan TKI asal Kerinci pasca pengeroyokan salah satu oknum Polisi Malaysia.
"Iya, menurut ketarangan dari KBRI, sebagian TKI sudah dibebaskan, tinggal 18 orang yang masih ditahan," ujar Mat Jizal.
Hanya saja kata dia, belum diketahui identitas ke 18 TKI asal Kerinci yang masih ditahan tersebut. "KBRI belum mengtahui identitas mereka, yang jelas masih 18 orang, saat ini upaya penyelesaian masih dilakukan oleh KBRI," ujarnya lagi.
Diberitakan sebelumnya, insiden pengeroyokan terhadap seorang oknum Polisi Diraja Malaysia oleh sejumlah TKI Kerinci ini berawal dari kesalahpahaman warga dengan aparat yang menggelar razia di kawasan Sungai Penchala Damansara, Malaysia.
Berdasarkan laporan tokoh Kerinci di Malaysian ke KBRI, diketahui kasus ini berawal saat seorang Polisi dari Bukit Aman dengan berpakaian preman menanyakan dokumen atau kartu identitas kepada pasangan suami isteri asal Kerinci, pada Rabu (23/4) lalu sekitar pukul 21.30 waktu setempat. Saat itu, polisi tersebut memegang tas suami. Menduga polisi tersebut hendak merampok tas suaminya, kemudian isterinya meneriaki oknum polisi tersebut dengan kata perompak.
"Kebetulan di sana sedang banyak orang Kerinci, jadi warga langsung
berkumpul dan keroyok polis tersebut hingga mengakibatkan luka dan
cedera yang agak serius," ujar Ketua Permai Kerinci Jambi, di Malaysia,
Mat Jizal.
"Saat dikeroyok, polisi itu mengeluarkan pistol dan tanda pengenal polisi, lalu berkata bahwa dia adalah polisi," sambungnya.
Mengetahi yang dikeroyoknya itu adalah polisi, sejumlah TKI Kerinci
langsung berhamburan melarikan diri bertaburan lari. Sementar polisi
yang dikeroyok tersebut dilarikan ke rumah sakit terdekat karena
mengalami luka serius. Akibat pengeroyokan ini, Polisi Diraja Malaysia
lantas mengerahkan petugas melakukan operasi besar-besaran, puluhan TKI
Kerinci ditangkap.
KERINCINEWS.COM
0 Comments:
Posting Komentar